Jum. Sep 30th, 2022
Spread the love

Lampung Utara, Trabass net — Upaya mengatasi kelangkaan minyak goreng (Migor) di kabupaten Lampung Utara, pemerintah kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Perdagangan dan bagian Perekonomian Sekdakab Lampura menggelar operasi minyak goreng. Senin (21/2/2022).

Meski operasi minyak goreng yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan sempat membuat kerumunan, langkah terobosan pemerintah kabupaten Lampung Utara dalam menggelar operasi minyak goreng ini mendapatkan banyak apresiasi dari sejumlah kalangan, khususnya kalangan emak-emak.

” Terimakasih kepada pemerintah Lampung Utara dalam hal ini Dinas Perdagangan yang sudah cepat tanggap mengatasi kelangkaan minyak goreng di kabupaten ini,”kata wati (42) warga kelurahan Tanjung Aman, kecamatan Kotabumi Selatan, sembari membawa dua liter minyak goreng yang dia dapatkan dari operasi minyak goreng yang digelar di kantor Dinas Perdagangan kabupaten setempat.

Hal serupa disampaikan salmah (50) warga kelurahan Tanjung Harapan, kelurahan Kotabumi Selatan. Dirinya sangat bersyukur adanya operasi minyak goreng yang digelar oleh Pemkab Lampura.

” Alhamdulillah mas, saya dapat dua liter, sudah dua hari loh mas nyari minyak goreng gak pernah dapat, semua tempat saya cari gak ada yang jual, maka dengan adanya operasi minyak goreng ini saya bersyukur bener loh mas,”terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Lampura, Hendri mengatakan, pemerintah kabupaten Lampung Utara dalam hal ini melalui Dinas Perdagangan dan Bagian Perekonomian Setdakab Lampura dalam menggelar operasi minyak goreng semata-mata hanya ingin membantu keluhan masyarakat Lampura atas penomena kelangkaan minyak goreng yang terjadi di kabupaten Lampung Utara.

Diungkapkan Hendri, operasi minyak goreng yang digelar di tiga titik tersebut bekerjasama dengan Bulog dan pihak distributor PT. Wilrika Citra Mandiri.

” Titik pertama berada di pasar Dekon Kotabumi, sementara titik kedua berada di pasar Sentral Kotabumi, lalu titik yang ketiga berada di kantor Dinas Perdagangan,”ujarnya.

Saat disinggung mengapa operasi minyak goreng di tiga titik tersebut mendadak diberhentikan, Hendri menjelaskan, kegiatan operasi minyak goreng tersebut terpaksa diberhentikan dikarenakan terjadi kerumunan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Kita lihat suasana tidak kondusif maka kita hentikan, guna kebaikan bersama,”ucap nya. ( Hendrik )

Print Friendly, PDF & Email

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.