Sawaludin kades Non Aktip Desa Beringin Jaya Menjadi Penghuni Hotel Prodio

Spread the love
91 Dilihat Dan Dibaca

LAMPUNG UTARA – TRABASS NET — Permasalahan Dana Desa (DD) tahun 2018/2019 membuat Sawaludin, Kades non-aktif desa Beringin Jaya, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampura, pindah tempat tidur. Pasalnya, akibat permasalahan tersebut, Sawaludin ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi Dana Desa (DD) Beringin Jaya, oleh Kejari Lampura.

Sawaludin diamankan pada Selasa (21/9) sekira pukul 10:00 WIB oleh Tim Intelijen dan tim Pidsus Kejari Lampura yang dibantu oleh tim Buser Polres Lampura.Pengamanan Sawaludin berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara (P-8) Nomor : Print-02.A/L.8.13/Fd.1/08/2021 tanggal 16 Agustus 2021. Tentang Dugaan Tindak Pidana Korupsi Program Pembangunan pada Desa Beringin Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara TA.2018-2019 dengan jumlah sebesar Rp. 105.819.286,-Kasi Intel Kejari Lampura, I Kadek Dwi Ariatmaja mengatakan, sebelumnya, penyidik Kejari Lampura telah melakukan upaya pemanggilan terhadap yang bersangkutan sebanyak 3 (tiga) kali.

Yaitu, pertama melalui surat panggilan saksi (P-9) Nomor :139/L.8.13.4/Fd.1/09/2021 Tanggal 02 September 2021.Kedua, melalui surat panggilan saksi (P-9) Nomor :110/L.8.13.4/Fd.1/09/2021 Tanggal 10 September 2021.Dan yang ketiga, melalui surat panggilan saksi (P-9) Nomor :182/L.8.13.4/Fd.1/09/2021 Tanggal 16 September 2021.” Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas sehingga dilakukan penjemputan paksa oleh tim Intelijen dan tim Pidsus Kejaksaan Negeri Lampung Utara,”ungkapnya.

” Setelah itu dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik bidang Pidsus Kejari Lampura untuk dapat ditentukan langkah selanjutnya,”terangnya.“Diduga yang bersangkutan melanggar pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” jelas I Kadek, Selasa (21/09/2021).

Kasi Intel Kejari menambahkan, bahwa penyidik berpendapat untuk menetapkan Sawaludin sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Penetapan Tersangka Nomor : 3950/L.8.13/Fd.1/09/2021 Tanggal 21 September 2021 dan kemudian yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah penahanan Nomor : Print – 1265/L.8.13/Fd.1/09/202.

“Sementara ini masih dititipkan di Rumah tahanan Kelas IIB Kotabumi selama 20 hari kedepan sejak tanggal 21 September 2021 sampai dengan 10 Oktober 2021,”pungkasnya. (Hendrik)

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *