Desa Sukadadi Gedongtataan Masuk Zona Hijau Virus Corona , Mendapat Perhatian Khusus Dari Pemerintah

Spread the love
51 Dilihat Dan Dibaca

TRABASS.NET – PESAWARAN — Desa Sukadadi gedongtataan kabupaten pesawaran mendapat perhatian khusus dari pemerintah karna telah berhasil menekan angka penyebaran virus corona dalam kurun waktu yang tidak begitu lama. Jum’at (16/07/2021).

Melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Pesawaran yang di Kordinator oleh Bupati Pesawaran Dendi Romadhona , meninjau langsung desa sukadadi kecamatan gedongtataan kabupaten pesawaran atas keberhasilannya menurunkan angka penyebaran covid-19 di desa tersebut yang tadi nya Zona Merah berubah langsung menjadi Zona Hijau. Bahkan sempat di kata kan Zona Neraka.

“saya bersama pak kapolres , Dandim dan jajaran kami melihat karna yang pertama kami menilai dari semua desa yang pernah di perlakukan PPKM Mikro atau yang pernah Darurat Desa nya secara oprasional dan secara senifikan Desa sukadadi salah satu desa yang berhasil menekan angka covid-19. ” Kata Bupati Dendi Romadhona saat datangi desa sukadadi.

Atas keberhasilan tersebut Dendi menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jangan bangga dulu atas perubahan yang telah mereka capai.

“Tapi jangan bangga dulu karna covid ini ngak tau hari ini ada di siapa apakah ada di saya,apakah ada di Pak Kapres atau nempel di hidungnya Pak Camat apa di bawa bapak-bapak karna ngak keliatan . jadi jangan bangga dulu karna ada desa yang tadinya zona hijau tiba-tiba dalam kurun waktu satu minggu berubah menjadi zona merah,satu hari 6 orang di tes lagi jadi 9 orang bahkan pernah jadi 24 orang satu desa , langsung di kunci desa tersebut. Nama desanya adalah desa margomulyo Tegineneng tadi nol hijau santai masyarakatnya kondangan boleh ,kegiatan ibadah sembrono ngak pake masker, Mohon Maaf ini bukan rumah ibadahnya yang salah manusianya ngak mau ikut aturan “anggel” istilah katanya .” Ujar Dendi.

Dengan keberhasilan desa sukadadi merubah Zona Merah menjadi Zona Hijau , mendapat simpati dari Pemkab setempat bahkan Gubernur Lampung pun rencananya akan datang ke desa tersebut.
“Tadinya Pak Bubernur yang akan hadir di sini mau melihat langsung desa suka.dadi penerapannya seperti apa karna sampai ke provinsi bahwa desa sukadadi yang tadinya zona merah sekarang jilbabnya aja yang merah . Menurut Pak Kepala Desa tinggal satu saja pasien yang terkonfirmasi virus corona di desa sukadadi ,walau pun didata kabupaten ada dua tapi rupanya satu nya KTP nya saja yang di Sukadadi tapi domisilinya di Tetangga sebelah .” Ungkap Bupati Dendi Romadhona.

Dalam penyampaian pidatonya Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Pesawaran Dendi Romadhona beserta jajarannya ingin belajar disini , apa yang dilakukan satgas desa tersebut sehingga dapat merubah Zona Merah menjadi Zona Hijau.
“Maka ini tinggal satu , saya menghadiri bersama Pak Kapolres dan lainnya tentunya ingin mengetahui , saya ingin belajar ni disini apa yang telah di lakukan oleh desa ini dari kepala desa , dari kepala dusun dari pak RTnya dari Satgasnya covidnya dari warganya yang bisa nenekan angka covid -19 di desa sukadadi .” Kata Dendi.

Selanjutnya Dendi menghimbau bagi masyarakat agar bertanya soal corona kepada ahlinya agar tidak terjadi kesalah pahaman .
“Kalau mau lebih paham tanyak orang kesehatan tanyak Bidan desanya Hokernya jadi jangan pekerja bangunan soksok tau corona kayak apa jangan dan ingat masyarakat ngobrolnya dengan Satgas covid ,ngobrol soal corona ngobrolnya dengan satgas dengan mereka yang sudah di beri pemahaman tentang virus corona. ” Timpalnya.

Di lain pihak , Selaku Ketua Satgas Covid-19 Desa Sukadadi juga Kepala Desa setempat Rudi Maryoto mengatakan langkah yang mereka lakukan bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di desa mereka yaitu dengan cara pendekatan secara persuasif ke masyarakar menjelaskan secara santai dan mudah di pahami oleh warga tentang bahayanya virus corona tersebut.

“Dalam pelaksanaan ini kami tidak bekerja sendiri , kami melibatkan elmen-elmen terkait tokoh masyarakat .langkah-langkah kita pendekatan ke masyarakat
memberikan himbauan-himbauan ,memberikan pengertian kemasyarakat bahwa sanya covid corona ini ada , bahayanya corona ini ada dan dampak nya itu bukan untuk kita saja bisa orang lain bahkan keluarga anak istri kita jadi kita memberikan sosialisasi ke masyarakat seperti itu .” Kata Kades Sukadadi .

“Bahkan waktu itu sempat di bilang Zona Neraka oleh Bapak Bupati sendiri , Alhamdulillah itu membuat pembelajaran tersendiri buat kita.Artinya kita berbuat semaksimal mungkin untuk penekanan penurunan alhamdulilah sekarang ini menjadi ya terbukti.” Ungkapnya.

“Tapi keberhasilan itu tidak saya sendiri , tidak gugus sendiri tapi melibatkan semua elemen masyarakat serta kesadaran masyarakat.” Kata Dia.

“kami turun kebawah agar desa sukadadi ini aman nyaman dan bebas dari covid.Dan atas ini semua saya merasa bangga dengan masyarakat saya atas kesadarannya membantu saya selaku ketua gugus tugas guna memerangi virus corona di desa kami karna ngak mungkin saya bisa kerja sendiri tampa di bantu oleh masyarakat saya.” Ujarnya. (Bir).

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *