Terkait Program Kotaku Lampura 1,5 Milyar Kurang Tepat Sasaran Ketua LKM Kelurahan Rejo Sari Mengundurkan Diri

Spread the love
20 Dilihat Dan Dibaca

LAMPUNG UTARA || TRABASS NET — Program Kotaku Lampura 1,5 Milyar Dinilai Kurang Tepat Sasaran 52 total views , 2 views todayLampung Utara (MDSnews) – Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kabupaten Lampung Utara melalui Kementerian PUPR dianggap kurang tepat sasaran.

Ketua LKM menilai Program dari Presiden Joko Widodo tentang Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang mendapat kan 4 Desa dan satu kelurahan saja.Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Safsarudi mundur dari jabatannya.

Pengunduran dirinya usai menghadap Kantor wilayah (Korwil) Program Kotaku Lampung Utara dan Way Kanan di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Senin Sore, 7 Juni 2021. Ia didampingi anggota LKM setempat. Ia mengungkapkan Kepada Tim program Kotaku, bahwa, saat pengajuan program Kotaku yang diajukan di kantor Koordinator kota (Korkot) Kelurahan Rejosari masuk dalam 6 Kelurahan calon penerima program Kotaku. Namun sayangnya, fakta di lapangan, Kelurahan Rejosari tidak masuk dalam daftar penerima program Kotaku.

“Awalnya Kelurahan Rejosari masuk sebagai 6 calon penerima Program Kotaku. Tapi fakta di lapangan, Kelurahan Rejosari malah tersingkirkan dari program itu. Sedangkan 5 penerima lainnya yaitu di Kelurahan Kotabumi Ilir, Desa, Bojong Barat, Sumber Arum, Kotabumi Tengah Barat, dan Talang Bojong, terealisasi sesuai dengan pengajuan” kta Safsarudi, Selasa (8/6/2021).

Dirinya bingung kenapa pembatalan pengajuan dan penghapusan data Kelurahan Rejosari, sebagai calon penerima Program Kotaku, di hapuskan, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari Korwil dan Korkot kepada LKM, Kelurahan Rejosari.

Anehnya lagi, lanjut Safsarudi, mengapa wilayah pedesaan yang harus masuk dalam Program Kotaku tersebut. Sedangkan Kelurahan Rejosari yang konon katanya berdasarkan keterangan dari Rio Kurniawan, selaku Korkot Program Kotaku, untuk Kelurahan Rejosari, masuk dalam kategori Kota Kumuh berdasarkan SK dari Bupati Lampung Utara. Kalau benar seperti itu kenyataannya, mengapa Kelurahan Rejosari tidak mendapatkan Program tersebut.“Inikan aneh. Kenapa wilayah pedesaan yang justru masuk dalam program Kotaku. Padahal sudah jelas Program Kotaku itu adalah Program Kota Tanpa Kumuh” tegas kyai Rudi sapaan akrab nya.

Ditempat yang sama Ketua Koordinator Program Kotaku Kabupaten Lampura dan Waykanan, Rio Kurniawan membenarkan bahwa, 1 Kelurahan dan 4 Desa yang memperoleh Program Kotaku berdasarkan keputusan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Selain itu menurut Rio Kurniawan, Kelurahan Rejosari masuk dalam kategori Kota Kumuh, berdasarkan SK dari Bupati Lampura. Kalau betul begitu, kenapa bukan Kelurahan Rejosari yang diprioritaskan untuk mendapatkan Program Kotaku itu.“Sesuai ketentuan, masing-masing kelurahan memperoleh bantuan Rp.300 juta. Dengan jumlah total anggaran keseluruhan sebesar Rp1,5 miliar untuk wilayah Lampura”pungkasnya. Kamis, 10/06/2021. (Hendrik)

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *