Oknum Petugas Keamanan Pondok Pesantren Futuhiyyah 1 Halangi Tugas Liputan Wartawan

Spread the love
104 Dilihat Dan Dibaca

Trabass.net Lampung Utara – Jurnalis bersama media lainnya dan anggota LSM BAPAN dan LSM LIPAN Indonesia, yang bertugas melakukan peliputan di wilayah kabupaten lampung utara, mengalami perlakuan tidak baik dari oknum petugas keamanan atau penjaga gerbang pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning, kabupaten lampung utara, provinsi lampung, Selasa (8/12/2020).

Saat itu, Derry dan kawan kawan meminta izin ingin masuk ke lokasi pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning, untuk mengkonfirmasi Kiyai Haji Muklas yang selaku pimpinan pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning kabupaten Lampung Utara.

Namun tidak di perbolehkan masuk untuk menemui Kiyai Haji Muklas yang selaku pimpinan pondok pesantren futuhiyyah 1, oleh penjaga gerbang pondok yang bernama Fakis.

Dan Fakih mengatakan bahwa wartawan dan LSM tidak boleh masuk meskipun dengan alasan apapun, Fakis menambahkan “Siapapun tidak boleh masuk terkecuali memang tamu khusus pimpinan pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning baru boleh masuk.

Bahkan oknum petugas tersebut sempat mengatakan bahwa dia memang di tugaskan oleh pimpinannya Kiyai Haji Muklas untuk menjaga gerbang pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning. Dan saya sempat berdebat dengan petugas tersebut,” kata Derry, yang setiap harinya melakukan peliputan dari media tribun tipikor untuk wilayah kabupaten lampung utara.

Tidak hanya itu, Derry selaku kabiro tribun tipikor dan beberapa awak media yang lain nya mengatakan kepada kami telah menunjukkan identitas diri seperti KTA dan surat perintah tugas, namun petugas keamanan tetap tidak mengizinkan kami mengkonfirmasi kiyai haji Muklas yang selaku pimpinan pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning.

“Bahkan Anggota dari LSM LIPAN dan LSM BAPAN telah memaparkan apa yang harus kami konfirmasi kepada pimpinan pondok pesantren futuhiyyah 1, terkait persoalan Dana Pperasional Bantuan (DOB) dampak covid-19 yang diduga banyak bermasalah, terkait hal tersebut tim awak media dan DPD LIPAN Kabupaten Lampung Utara melakukan kroscek di lapangan atau infestigasi mengumpulkan bukti keterangan.

Terpisah,” Ketua DPD LIPAN kabupaten Lampung Utara, M.Gunadi, mengatakan bahwa, wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya dilindungi undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Sesuai pasal 18, yang menghambat dan menghalangi kerja wartawan dapat di pidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta,” tegasnya.

Lebih lanjut M gunadi, juga menjelaskan bahwa, dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Oleh karena itu, dengan adanya intimidasi terhadap wartawan tersebut maka dewan pers akan mengambil langkah tegas terkait hal tersebut.

“Langkah kita yang pertama itu adalah insiden intimidasi dan menghalangi tugas jurnalistik yang akan melakukan liputan, tindakan tidak menyenangkan, jadi itu adalah hal yang serius. Kita akan laporkan ke dewan pers dan pihak berwajib,” tegasnya.

Dirinya mengingatkan kepada semua pihak harus hati-hati betul dalam menghadapi wartawan.

Menurutnya, kalau merasa tidak puas dan kecewa terhadap kerja wartawan lebih baik yang bersangkutan melaporkan hal tersebut kepada dewan pers atau kepada kantor media masing-masing yang melakukan peliputan tersebut.

Dirinya menyayangkan sikap sombong dari oknum petugas keamanan pondok pesantren futuhiyyah 1 bukit kemuning tersebut, dan meminta Kepala Dinas Departemen Agama (DEPAK) kabupaten Lampung Utara, menindak tegas oknum bawahannya tersebut.

Kiyai haji Muklas hingga berita ini di terbitkan belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut,” Rabu, 09/12/20.

(Hendrik)

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *