Lomba Desa Sidodadi Di Anggap Gagal Oleh Masyarakat Setempat

Spread the love
123 Dilihat Dan Dibaca

Trabass.net, Pesawaran – Kegiatan penilaian Lomba Desa yang di laksanakan di Desa Sidodadi Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran pada hari senin 09 maret 2020 kemarin mendapatkan protes serta cibiran dari warga Kecamatan Way Lima sendiri, Selasa (10/03/2020).

Kegiatan penilaian lomba desa tingkat kabupaten yang di laksanakan di Desa Sidodadi Kecamatan Way Lima pada hari senin 09 maret 2020 kemarin dapat cibiran dari masyarakat Kecamatan Way Lima itu sendiri, pasal nya pada saat perlomban tersebut nampak pakaian adat yang di kenakan bukan pakaian adat daerah tersebut melainkan pakaian adat Lampung Pepadun.

Kecamatan Way Lima Identik dengan Suku Lampung Pesisir atau dengan adat Sai Batin walau di daerah tersebut ada juga suku – suku lain seperti Jawa Tenggah, Sunda dan lain – lain. Terlebih di Desa Sidodadi tempat perlombaan itu di laksanakan, di Desa tersebut mayoritas penduduknya bersuku Jawa.

Seperti yang di ungkapkan salah satu warga Kecamatan Way Lima dalam akun Facebook nya Fink Buay Semenguk mengatakan mengapa pakaian adat yang di kenakan bukan pakaian adat saibatin.

“Sepengetahuan saya di daerah Kec Waylima dari Desa Padang Manis dan Desa Cimanuk adalah mayoritas berpenduduk beradat Sai Batin, dan setiap kegiatan pun seyogyanya kita menunjukkan adat dan budaya yang ada di wilayah tsb sbg mana kata pepatah dimana bumi di pijak di situ langit di junjung. Ini acara kegiatan Lomba Desa yang Kecamatan Way Lima di wakiline oleh desa Sidodadi. Desa Sidodadi sendiri masyarakat nya beradat Jawa ada Lampung sebagian kecil, namun tetap Pesisir.

Bukan untuk membedakan mengkotak2 kan tapi sudah sepantasnya waktu kegiatan kemaren muli dan mekhanai nya berpakai Pengantin Pesisir menunjukkan bahwa Waylima adalah wilayah Pesisir. Kalau tidak berpakaian adat Jawa sekalian menandakan desa Sidodadi banyaknya suku Jawa, na ini pakaian nya beda lagi
Haga2 ne sapa moneh
Mak menyin kodo !!
Maaf bukan maksud lain lain tapi kenyin kedepan ne sai sikam sanak sanak hinji faham.” ungkapnya

Dari akun lain pun juga menanggapi hal tersebut, salah satunya akun Facebook Sutan Junjungan Makhga yang juga memprotes aksi penampilan pakaian adat tersebut, bahkan melalui akun Sutan Junjungan Makhga mengharapkan perhatian dari pemerintahan daerah Pesawaran agar dapat memperhatikan adat budaya mereka sebagai adat saibatin yang melekat di daerah tersebut yaitu Kecamatan Way Lima.

“Ini lah bentuk kurang nya perhatian pemerintah terhadap adat dan budaya sehingga dalam acara lomba desa yang mencerminkan kebanggaan desa malah menjadi ajang untuk pormalitas saja. Kecewa saya sebagai penyimbang kenapa ini harus terjadi kepala desa ini kurang berkordinasi bersama penyimbang dan adat sungguh miris. Bukan nya bangga budaya yang ditunjukan bukan nya pemerintah pusat sanggar menjunjung tinggi keragaman budaya. Jadi keragaman budaya setempat harus di dorong dan dimuncul harus banyak belajar bagi kepala desa Sidodadi ini.” terangnya

Dari kejadian tersebut si pemilik akun Sutan Junjungan Makhga berharap kepada seluruh Kepala Desa yang berada di Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran termasuk Camat nya, kedepannya ketika akan menampilkan adat budaya dalam kegiatan apa pun agar tidak segan-segan berkordinasi dengan tokoh adat atau penyimbang adat. agar hal semacam ini tidak terulang kembali.

(Sabirohman)

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *