KAHMI Pesibar Pertanyakan Legalitas, Dan Merasa Keberatan Dengan Rumah Ibadah Keristiani

Spread the love
315 Dilihat Dan Dibaca

TRABASS.NET – PESISIR BARAT – Krops alumni himpunan mahasiswa kabupaten pesisir barat (Pesibar) mempertanyakan legalitas rumah ibadah kristiani di pekon cahya kuningan, kecamatan ngambur kabupaten pesisir barat, Kamis, (12/12/2019).

Pasalnya menurut sekretasis Kahmi pesisir barat (Pesibar) Trisutrisno,S.kom mengatakan, tidak ada izin IMB dari dinas Perizinan dan bahkan dinas terkait sudah menanyakan hal tersebut kepada pengurus rumah ibadah tersebut.

“Saat saya menanyakan kepada kepala dinas perizinan, Jon Edwar dia membenarkan bahwa belum ada surat izin pendirian rumah ibadah kristiani tersebut. Dan pihak gereja berdalih itu hanya sebatas rumah ibadah saja, “Ungkapnya kepada translampug.com di kantornya. Di kutip dari sumber translampung

Tri, juga berharap kepada pemerintah setempat khususnya dinas terkait agar kiranya bisa mencermati dan mentelaah adanya rumah ibadah di lingkungan maroritas muslim tersebut, karna di khawaitarkan berdampak adanya gejolak komplik antar pemeluk agama, dikarnakana budaya dan agama di Pesibar masih sangat kental.

“Sepatutnya rumah ibadah tersebut harus memenuhi unsur-unsur dan sarat-sarat yang sudah di tentukan sesui dengan perundang-undangan yang berlaku di repubublik indonesia, serta melihat sisi-sisi nilai agamis yang sudah mengakar di negri sai batin dan para ulama. Sehingga masuknya rumah ibadah non muslim tidak menjadi bibit perpecahan kedepannya, “Pungkasnya.

Sementara, Sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Pesibar, Ir. Lingga Kusuma, MM mengungkapkan bahwasanya dirinya belum mengetahui terkait adanya rumah ibadah kristiani tersebut di wilayah pekon cahya kuningan tersebut.

“Saya secara pribadi belum mengetahui rumah peribadahan tersebut dan belum ada laporan masuk, coba saya pelajari seperti apa itukan ada, bagaimana ceritanya akan dibicarakan seperti pada prinsipnya negara menjamin semua ummat dapat menjaankan ibadah tetapi apa sudah melaui prosedur atau tidak nantin kita lihat seperti apa, “Jelasnya.

Bazargan S.pd Selaku ketua KAHMI Pesisir Barat (Pesibar) menyampaikan melalui pesan Whatsapp kepada media trabass.net Saya merasa keberatan adanya rumah Ibadah yang berdiri tanpa izin oleh pemerintah terkait, sudah tentu rumah ibadah tersebut Ilegal karena melanggar UU yang berlaku.

Saya selaku Ketua KAHMI meminta kepada pemerintah terkait untuk segera menutup rumah Ibadah tersebut sebelum ada tindakan “oleh ormas” dan para pemuda Islam lainnya. Ujarnya (RED)

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *