BUPATI TANGGAMUS SERAHKAN BANTUAN KEPADA PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH

Spread the love
129 Dilihat Dan Dibaca

TRABASS.NET – TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani kembali melaksanakan Program Bude Sar’i (Bunda Dewi Serap Aspirasi dan Informasi) di Balai Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, Minggu (08/12/19).

Turut hadir dalam acara Asiten Bidang Administrasi Jhonsen, staf ahli bupati, Firman rani, Kepala Diskoperindag dan UMKM, kepala dinas kominfo, Inspektur Ernalia, Kabag Ekobang Firmalinda, Camat Gisting Purwanti, serta sejumlah Sekretaris dan Kepala Bidang perwakilan OPD Pemkab Tanggamus.

Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan Bazar UMKM dan Penyerahan Bantuan Peralatan dan Mesin Produksi kepada 34 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanggamus.

Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa melalui Program Bude Sar’i, ia beserta jajarannya dapat bertemu langsung dengan masyarakat, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi, keinginan maupun keluhan secara langsung, sehingga apa yang disampaikan masyarakat tersebut dapat dicarikan solusinya.

“Jadi kepada ibu dan bapak yang hadir disini dapat menyampaikan aspirasi atau keluhan kepada saya serta jajaran secara langsung. Untuk kemudian apa yang disampaikan tersebut kita carikan solusinya. Baik itu kaitannya dengan pelayanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya. Termasuk juga apa yang menjadi keinginan dari pelaku UMKM dan penyuluh akan kita carikan solusinya,” kata Bupati.

Sebagaimana yang disampaikan Vera Tambu, salah satu pelaku UMKM yang mengharapkan agar mendapatkan bimbingan roasting kopi.

“Kami berharap agar mendapatkan bimbingan terkait ilmu peroastingan kopi dan teknik pemprosesan kopi, sebab peminat dari hasil produksi Kopi ini mayoritas dari pasar luar Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Hermono, agar tersedianya Pemasar untuk menjajakan produk UMKM Tanggamus hingga keluar daerah.

“Saya usulkan ada dua untuk berkembangnya produk UMKM yakni tampilan dari kemasan lalu kemudian pemasar atau salesman,” ujar Hermono.

Selanjutnya menyikapi hal tersebut, Bupati menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam kesempatan tersebut.

“Bunda akan terus mengupayakan yang terbaik bagi UMKM. Program Satu Produk Satu Pekon akan terus ditingkatkan dan mendapatkan pendampingan, sehingga tiap Pekon memiliki ciri khas dan Produk Unggulan pekonnya.”

“Dinas berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bisa mendapatkan ilmunya untuk dapat ditularkan kepada masyarakat Pekon,” kata Bupati.

Bupati juga berharap agar kerja sama Pekon dan Pemkab terus ditingkatkan, sehingga produk2 Pekon dapat terus berkembang dengan baik. Jaringan Pemasaran yang professional harus diadakan, sehingga produk masyarakat dapat dipasarkan secara luas dan tak kalah dengan produk-produk daerah lain.

“Adakan pelatihan-pelatihan melalui Dinas Koperindag dengan mengundang pelatih-pelatih yang handal. Untuk masalah permodalan sedang dikaji dengan mendalam, terkait KUR juga kerjasama dengan BMT Syariah tanpa anggunan,” tandas Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan 1 unit Mobil Tera Keliling bantuan dari Pusat kepada Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM.

Usai pelaksanaan Bude Sar’i di Balai Pekon Purwodadi, Bupati dan rombongan juga mengunjungi para Penyuluh Pertanian yang sedang mengadakan pertemuan di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Gisting.

Pada kesempatan tersebut, kedatangan Bupati rupanya sangat dinantikan oleh para Penyuluh. Hal itu terungkap dari penyampaian Suhermantoro, salah seorang Penyuluh yang hadir. Ia mengungkapkan kegembiraan dan terima kasihnya atas kunjungan Bupati tersebut.

Ia juga menyampaikan harapannya dan rekan rekan Penyuluh, agar Bupati dapat meningkatkan kesejahteraan para Penyuluh.

Demikian halnya dengan Mursalin dan Tisna, yang menginginkan adanya peningkatan biaya operasional kantor dan BOP Penyuluh, serta kejelasan SK P3K (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak) setelah lulus seleksi.

Menyikapi keluhan tersebut, Bupati menyampaikan hal itu tentu akan menjadi pemikirannya, serta menyatakan akan mencarikan solusi atas apa yang dikeluhkan para Penyuluh.

“Dimulai dari Dinas Pertanian, agar alokasi belanja ATK dan makan minum di Dinas jangan terlalu besar, agar bisa dialokasikan kepada kantor Penyuluh.”

“Mudah-mudahan denga
“Mudah-mudahan dengan kita perhatikan kesejahteraan tenaga penyuluh ini nantinya, kedepan kinerja dari para penyuluh ini juga akan semakin baik lagi,” tandasnya.

Sementara Asisten III Bidang Administrasi Jonsen Vanessa, menambahkan terkait kejelasan SK P3K, yang masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat.

“Jika sudah ada keputusan, maka SK P3K, segera akan dikeluarkan,” ujarnya. (RODIAL/SAH/OK)

Print Friendly, PDF & Email

Author: trabass.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *